«

»

3 Pemain Asing yang Jadi WNI Setelah Hengkang Arema FC: Tidak Semua untuk Timnas Indonesia

Arema Cronus — Arema FC baru saja memulangkan dua pemain muda asal Brasil, Pedro Bartolli dan Hugo Grillo, pemain yang awalnya dikabarkan bakal dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia U-20. Bicara tentang naturalisasi dan Arema FC, ada cerita menarik tentang mereka yang bergabung dengan Arema FC dan ingin menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Ketika Pedro Bartolli dan Hugo Grillo datang pada pertengahan Agustus lalu, manajemen Arema FC sudah merilis perekrutan kedua pemain itu sebagai bagian dari investasi tim yang akan dinaturalisasi sebagai WNI. Namun, pada akhirnya, seperti halnya Robert Junior Rodrigues Santos di Madura United, Arema FC pun memulangkan dua pemain asal Brasil itu kepada agennya.

Itulah kisah terkini dari pemain yang bergabung bersama Arema FC dan memiliki niat untuk dinaturalisasi. Jauh sebelum itu, Arema FC juga pernah memiliki beberapa pemain asing yang memang punya minat untuk menjadi WNI.

Sayangnya, ketika itu Arema FC gagal menaturalisasi pemain asing tersebut karena sudah lebih dulu pindah klub. Ada pula yang urung dinaturalisasi ketika membela Singo Edan padahal sang pemain benar-benar ingin menjadi WNI.

Akhirnya mereka yang ingin menjadi WNI benar-benar dinaturalisasi ketika meninggalkan Arema FC. Berikut Bola.com mengulas tiga pemain naturalisasi yang mendapatkan hak kewarganegaraan Indonesia setelah meninggalkan Singo Edan.

 

 


Esteban Vizcarra

Pemain sayap yang juga kerap menjadi gelandang serang ini santer dikabarkan segera menjadi Warga Negara Indonesia sejak bergabung dengan Arema pada pengujung 2015. Esteban VIzcarra mengaku Arema bisa membantunya mendapatkan paspor Indonesia.

Kebetulan dia menikahi perempuan Indonesia. Namun, hingga akhir musim 2017 ternyata hal itu tidak terjadi. Padahal mantan pemain Semen Padang dan Pelita Jaya itu sudah menghafal Pancasila dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Beredar kabar waktu itu ada satu kendala yang membuatnya belum bisa dinaturalisasi. Vizcarra masih pulang kampung ke Argentina setiap akhir musim.

Seharusnya, dia tidak pulang dulu minimal 5 tahun jika sudah beristrikan perempuan Indonesia. Tapi aneh, saat pindah ke Sriwijaya FC, awal 2018 dia sudah resmi menjadi warga negara Indonesia.

Manajemen Sriwijaya FC waktu itu bergerak cepat mengurus proses naturalisasinya. Vizcarra juga sempat ke kantor imigrasi Malang untuk melengkapi dokumennya. Setelah itu, dia sempat dipanggil Timnas Indonesia, tapi hanya dalam laga uji coba.


Beto Goncalves

Ketika membela Arema pada musim 2013/2014, tidak ada langkah serius untuk mengajukan naturalisasi kepada Beto Goncalves. Manajemen Singo Edan tidak berpikir sejauh itu.

Namun, Beto memiliki keinginan menjadi WNI karena sudah menikah dengan perempuan Indonesia. Sayang, naturalisasi ketika itu tidak marak seperti belakangan.

Beto sempat berkiprah di Liga Super Malaysia bersama Penang FA. Ketika kembali ke Indonesia, Beto membela Sriwijaya FC. Pada 2018, bersama Vizcarra, Beto resmi menjadi WNI.

Meski usianya sudah 36 tahun ketika itu, tapi ketajaman Beto belum sirna. Madura United yang dikenal sebagai klub besar Indonesia dalam beberapa musim terakhir, memutuskan merekrutnya sejak musim lalu. Namun, kini Beto kembali ke Sriwijaya FC untuk membantu klub yang berjasa dalam naturalisasi dirinya itu mentas di Liga 2 dan bertekad membawanya promosi ke Liga 1 musim depan.

 


Fabiano Beltrame

Bek asal Brasil ini baru mendapatkan paspor Indonesia pada akhir 2019. Persib Bandung yang mengupayakan sang pemain menjadi WNI. Padahal bek jangkung itu tidak memiliki istri yang berasal dari Indonesia. Namun, ia memang sudah berkiprah di Indonesia hampir 15 tahun.

Arema sempat menjadi klub yang dibelanya pada musim 2015. Ketika itu, marak pemain asing menjadi WNI lewat proses naturalisasi.

Dalam hatinya, Fabiano pesimistis bisa mendapatkan paspor Indonesia, mengingat usianya tak lagi muda dan memiliki istri dari Brasil.

“Mungkin lebih baik kalau beberapa tahun lalu saya menjadi WNI,” ujar Fabiano.

Namun, justru pada usia 38 tahun ia bisa menjadi WNI, atau empat tahun setelah memutuskan hengkang dari Arema.

Sebenarnya jika dinaturalisasi ketika usianya masih berada di bawah 30 tahun, proses tersebut bisa menguntungkan bagi Timnas Indonesia. Pasalnya, beberapa tahun silam ia termasuk bek asing yang paling tangguh di Indonesia. Sejumlah klub besar, seperti Persija Jakarta, Arema, dan Madura United sempat merasakan jasanya.