Arema FC depak pelatih asing dan rumor sudah miliki kandang namun masih dirahasiakan

AREMA CRONUS –¬†Karir Javier Roca sebagai pelatih ternyata sama sekali tidak secemerlang ketika dia berperan sebagai pemain. Seperti yang diketahui, Roca tiba ke Indonesia di tahun 2003 untuk bergabung dengan PSMS Medan. Dia adalah top skor Copa Indonesia edisi 2005 dengan total 11 gol. Dan oleh karenanya pelatih asal Chile itu pun menjadi rebutan banyak klub papan atas tanah air. Tercatat, dia pernah membela Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan sederet klub lainnya hingga 2013.

Usai pensiun Roca lalu memutuskan untuk beralih menjadi pelatih klub yang ada di tanah air. Klub pertama yang ditangani oleh Roca adalah Persik Kediri. Dimana dia menjabat sejak November 2021 hingga Agustus 2022. Dan kemudian dia mendapat kesempatan menggantikan Eduardo Almeida untuk melatih skuad Singo Edan sejak September 2022 hingga Februari 2023.

Jika diperhatikan, karirnya sebagai pelatih hanya seumur jagung di kedua tim yang pernah dia tangani. Saat melatih di Persik Kediri performa Macan Putih kurang maksimal selama pramusim dan 4 laga awal kompetisi Liga 1 Indonesia 2022/2023.

Di turnamen Piala Presiden 2022, Roca gagal membawa Persik lolos dari putaran grup dan hanya mencetak 1 gol. Hasil yang sama juga tersaji saat 2 laga pramusim melawan tim Liga 2 Indonesia Nusantara United dan Persis Solo.

Kemudian di 4 laga awal Liga 1 Indonesia Persik hanya mampu meraih 1 poin dan kemasukan 6 gol, serta hanya memasukkan 2 gol. Alhasil setelah melalui evaluasi menyeluruh, manajemen Persik lalu memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Roca.

Per 6 September 2022, Roca yang sempat menganggur usai dipecat Persik Kediri lalu mendarat di Malang. Pada saat kedatangnya, tepatnya pada pekan ke-12 Liga 1 2022-2023, Roca berhasil mempersembahkan lima kemenangan dan dua kekalahan dari tujuh laga. Tapi setelah tujuh laga tersebut, Arema mengalami tren negatif dengan menelan lima kekalahan di lima laga selanjutnya.

Akhirnya dengan alasan hasil yang buruk dan tidak sesuai dengan harapan, per 6 Februari 2023 atau lima bulan setelah penunjukannya, Roca dilepas oleh manajemen Arema. Kenyataan itu membuatnya menjadi pelatih yang mengalami pemecatan sebanyak dua kali di musim yang sama.

Pelatih Baru Arema FC

Tidak berlama-lama, manajemen Arema langsung menunjuk I Putu Gede sebagai pelatih baru mereka. Pelatih berusia 49 tahun itu dinilai punya karakter yang sesuai dengan ciri khas permainan Singo Edan. Selain itu,  I Putu Gede ternyata merupakan alumni yang pernah bermain sebagai gelandang andalan Arema Malang di era 2000-an.

Sebelumnya, I Putu Gede pernah melatih Persibo Bojonegoro, Perseru Serui, Badak Lampung, Aceh United, PSG Gresik, Persekat Tegal, PSS Sleman dan PSMS Medan di Liga 2. Debutnya sebagai pelatih baru Singo Edan akan dimulai saat menghadapi Rans Nusantara FC yang dijadwalkan berlangsung hari ini (8/2/2023).

Kandang Baru Arema FC

Akibat berulang kali ditolak berkandang di Bali, Bantul, Semarang dan Boyolali, dua laga kandang Arema FC harus dijadwal ulang, yaitu ketika menghadapi Borneo FC dan Bali United. Tapi belum lama ini manajemen Arema FC mengklaim bawa mereka telah memiliki homebase dan akan segera meninggalkan Malang.

Selama menunggu kandang baru, untuk sementara Singo Edan berlatih di Lapangan Universitas Brawijaya Malang. Namun direksi dan manajemen Arema FC memutuskan untuk merahasiakan di mana Arema FC akan bermarkas. Alasannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tak hanya manajemen, pemain, pelatih, dan ofisial kompak tidak memberikan informasi ke media mengenai kota mana yang akan menjadi tujuan mereka.